Label

My pLayLisT

Tampilkan postingan dengan label d' poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label d' poetry. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2016

--- Jikalah pada akhirnya ---

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nantinya.


Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa tidak dinikmati saja sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.


Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa, sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.


Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa, sedang menahan diri adalah lebih berpahala.


Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya sedang taubat itu lebih utama.


Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.


Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti membusung dada, sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.


Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama, sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.


Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti dirasakan sendiri sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.


Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.


Jikalah aku akan menjadi masa lalu pada akhirnya........




Kamis, 25 Februari 2016

Muhammad, Ka Annaka Tara

Muhammad,
Sang anak yang memperoleh petunjuk dan yang dicintai Allah telah bertambah dewasa;
dengan mengenakan pakaian kebaikan dan berkain cahaya.
Pada telapak tangannya, ada sinar yang memberi petunjuk dan pada darahnya sebuah akidah yang mampu menantang semua kekejaman.
Dalam perangainya, ada sebuah janji, dan pada tangannya tekad kuat yang dibentuk dari kekuasaan Dzat yang mencipta.

Sekiranya setelah Allah, aku akan mencintai orang sepertinya; baik di dusun atau di kota, baik dari Arab atau pun Azam.
Maka pandanganku tidak akan puas dari pemandangan yang indah, dan mulutku tidak berucap selain perkataan yang benar.
Zamanmu ibarat taman yang menghijau; dan mengingatmu bagaikan burung yang mematuk-matuk dari hati.
Maka dalam taman tersebut, engkau seperti bunga yang harum semerbak.
Engkau menyentuh jiwa kami, sehingga menjadi anak sungai; dan engkau menghujani kami dengan cinta yang terus mengalir.
Mengingatmu,mengembalikanku pada setiap kehidupan; dan engkau menumbuhkan kesadaranku pada saat berpikir tentangmu.
Lukaku menolak berkumpul dengan kesembuhannya; seakan-akan luka cinta tidak akan mengering.
Aku mencintaimu dengan cinta yang tidak bisa ditafsirkan.
Aku menafsirkan apa maksudnya, sedangkan keinginan tidaklah bisa dijelaskan.
Wahai orang tertinggi, aku telah terlambat. Tapi malam kami sangat panjang dan sinar cahaya akan terus menyala.


created for : Rasulullah yang selalu kurindu......


Senin, 15 Februari 2016

Kota yang indah

Siapa yang bilang kota ini lebih kejam daripada ibu tiri ?

Sekali-kali tidak kawan.....

Kota ini indah,

Saking indahnya, sampai-sampai bintang pun bosan bertengger di langit malamnya.

Kota ini indah, kawan...

Lihatlah, kau kan temukan bermacam rupa manusia

Ada yang cantik bagai ibu peri, ganas bagai pemangsa, sampai berupa-rupa binatang ternak, bahkan tikus pengerat.

Kota ini indah, kawan......

Bahkan kau dapat temukan singgasana megah para penguasa hingga gubuk reyot rakyat jelata.

Kota ini indah, kawan....

Gemerlap lampu dan urat nadi kehidupan

menderu sejak pagi hingga pagi yang lain datang,

orang menyebutnya kota yang tak pernah tidur.

Benar kan, kota ini indah

Bahkan kau kan temukan penjahat disebut dewa dan orang jujur dianggap pendosa

Kota ini sungguh indah, karena alasnya terbuat dari darah dan keringat para pejuang lusuh, 

serta beratapkan canda tawa pemalas berdasi yang pandai memperdaya.

ya.....kota yang indah

Dan tubuh ini pun tercipta dan tumbuh di dalamnya.



a single fighter

Dia sang penyendiri yang mengarungi senja
Tapi ia pun  mampu membaur dalam keramaian manusia
Ia cair bagai air
Kasat mata bagai udara
Dan bening bagai untaian es
Jika waktunya tiba, jangan salahkan keegoisannya
Karena baginya lebih mudah pergi tanpa suara
dan kembali bergelut dengan sepi daripada harus membuka hati dan tersakiti
kembali
Sungguh ia lebih tahu rasa sakit itu
daripada siapapun
kata "teman" bukanlah mantra,
melainkan harta berharga
yang akan kembali direnggut oleh sang waktu
Dia tak pernah berubah, di masa lalu, kini dan nanti
Dia hanyalah orang bodoh yang tau kapan harus menyembunyikan diri
Bukan karena ia tak ingin percaya, tapi karena ia sangat percaya,
bahwa seorang sahabat tak butuh kata-kata.

Jumat, 12 Februari 2016

4 my lovely mom

Bilakah hati ini tak mampu membendung
Kerinduan yang kian membuncah
menyesakkan.....mencekat sukma
Tatkala bait-bait keluh tak rela terucap
Karena hanya akan menambah beban,
menjelma cemas mengundang mimpi-mimpi buruk
berarakkan.

Anganku kelu, mencumbumu ibu
Tenggelam dalam kasih yang tak pernah ada habisnya
dalam, basah, menyeluruh
Inginku ruahkan semua penat di jiwa, yang telah lama terpendam
Meraung keras, merajuk manja dalam hangatnya pelukmu yang tak pernah menua.

Bolehkah aku beristirahat sejenak ibu ?
Karena aku merasa letih,
karena aku tak sekuat yang kau bayangkan
karena aku tak sedewasa yang kau harapkan
Karena aku hanyalah manusia biasa, yang memiliki batas, yang menginginkan senja.

Ijinkan aku bersandar padamu walau hanya dalam doa,
dan buailah aku dengan cintamu yang tak pernah lekang dimakan usia.
Merindumu........ibu.